Penggolongan/Klasifikasi Akun Terlengkap dan Konsep Persamaan Dasar Akuntansi + Contoh Soal - Filotansi

Breaking

Filotansi

Blog yang berisi informasi tentang akuntansi

Kamis, 22 Februari 2018

Penggolongan/Klasifikasi Akun Terlengkap dan Konsep Persamaan Dasar Akuntansi + Contoh Soal

Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi adalah persamaan yang secara umum menggambarkan semua hubungan yang ada di perusahaan, yaitu hubungan antara kekayaan aset dengan sumbernya.

Bentuk persamaan dasar akuntansi adalah Aset = Kewajiban + Modal atau Aset = Kewajiban + Modal + Pendapatan - Beban

Pengertian dan Jenis Jenis Akun


Tujuan persamaan dasar akuntansi adalah untuk memberi gambaran bahwa setiap terjadi transaksi atau kejadian akan memengaruhi keadaan aset, kewajiban, & ekuitas.

Perlu kalian ketahui:

Transaksi dan Kejadian memiliki makna yang berbeda. Transaksi adalah tindakan yang mengakibatkan perubahan aset/kewajiban dan ekuitas/modal yang berhubungan dengan pihak luar (ekstern). Contoh: pembelian perlengkapan, penjualan jasa, pembayaran utang usaha, dan sebagainya. Kejadian adalah tindakan yang terjadi di dalam perusahaan (intern). Contoh: penyusutan aset tetap, pemakaian perlengkapan, pembentukan cadangan piutang tak tertagih, dan sebagainya

Pengertian Aset, Kewajiban, dan Ekuitas

1. Akun Riil

Akun riil adalah akun yang mencatat perubahan unsur neraca. Unsur neraca dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas/modal.

a. Aset

Semua hak yang dapat digunakan dalam operasi perusahaan. Aset dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok sebagai berikut.

1) Aset Lancar (Current Assets)
Aset yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya kurang dari satu periode akuntansi.

a) Kas (Cash)
Kas adalah uang tunai yang disimpan di kantor atau di tempat lain, yang berberntuk giro atau simpanan lain yang dapat diambil setiap saat.

b) Deposito Bank (Time Deposite)
Deposito bank adalah simpanan pada bank yang dapat diambil pada waktu-waktu tertentu, misalnya 6 bulan, 1 tahun.

c) Surat Berharga (Marketable Securities)
Surat berharga adalah saham atau obligasi perusahaan yang segera dapat dijual di bursa efek.

d) Piutang Usaha (Account Receivable)
Piutang usaha adalah hak untuk menagih kepada pihak lain karena sebelumnya perusahaan memberikan pinjaman atau menjual barang/jasa secara kredit.

e) Piutang Wesel (Notes Receivable)
Piutang wesel adalah surat perintah yang ditujukan kepada seseorang atau badan tertentu untuk membayar sejumlah uang pada tanggal yang telah ditentukan pada orang yang namanya ditulis dalam surat tersebut atau pada orang yang membawa surat tersebut.

f) Persediaan Barang Dagang (Merchandise Inventory)
Persediaan barang dagang adalah persediaan barang yang siap untuk dijual.

g) Perlengkapan Kantor (Office Supplies)
Perlengkapan kantor adalah perlengkapan yang digunakan untuk melancarkan pekerjaan administrasi perkantoran. Contoh: kertas HVS, isi stapler, disket, dan lain-lain.

h) Perlengkapan Toko (Store Supplies)
Perlengkapan toko adalah perlengkapan yang digunakan untuk melancarkan kegiatan di toko. Contoh: kantong plastik, kertas bungkus, isolatif, dan lain-lain.

i) Beban dibayar di muka (Prepaid Expense)
Beban dibayar dimuka adalah biaya yang telah dikeluarkan oleh perusahaan, tetapi belum menjadi kewajiban atau belum dikonsumsi.

Contoh: - asuransi dibayar di muka (prepaid insurance)
               - sewa dibayar di muka (prepaid rent)
               - gaji dibayar di muka (prepaid salaries)
               - bunga dibayar di muka (prepaid interest)

j) Pendapatan yang masih harus diterima (Accrued Revenue)
Pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan yang sudah menjadi hak, tetapi belum diterima pembayarannya.

Contoh: - piutang bunga (interest receivable)
               - piutang sewa (rent receivable)
               - piutang gaji (salaries receivable)

2) Investasi Jangka Panjang (long term investment)
Penyertaan/penanaman modal pada perusahaan lain dalam jangka panjang.

a) investasi dalam saham dan obligasi.
b) dana yang dicadangkan untuk pelunasan utang jangka panjang dan yang dicadangkan untuk perluasan perusahaan.

3) Aset Tetap (Fixed Assets)
Kekayaan perusahaan yang pemakainnya dalam waktu lama atau lebih dari satu periode akuntansi.

Contoh: - tanah (land)
               - gedung/bangunan (building)
               - mesin-mesin (machine)
               - kendaraan (vehicle)
               - peralatan toko (store equipment)
               - peralatan kantor (office equipment)

Perlu kalian ketahui:

Pada akhir bulan atau akhir periode akuntansi, aset tetap akan disusutkan sesuai kebijakan perusahaan, kecuali tanah. Tanah merupakan aset yang tidak bisa disusutkan disebabkan nilai tanah akan terus bertambah setiap tahunnya. Oleh karena itu, tanah tidak disusutkan.

4) Aset Tetap Tidak Berwujud (Intangible Fixed Assets)
Hak istimewa yang dimiliki perusahaan dan mempunyai nilai, namun tidak mempunyai bentuk fisik.

a) goodwill, nilai lebih yang dimiliki perusahaan yang timbul karena keistimewaan tertentu, seperti letak yang strategis dan nama yang sudah sangat dikenal.

b) hak paten, hak yang diberikan pemerintah kepada perseorangan atau badan usaha unutk menggunakan penemuan baru

c) hak cipta, hak yang diberikan pemerintah kepada perseorangan atau badan usaha untuk memperbanyak barang-barang hasil karyanya.

d) merek dagang, hak yang diberikan pemerintah kepada badan usaha untuk menggunakan nama, cap atau lambang bagi usahanya.

e) hak sewa (leasing), hak untuk menggunakan aktiva tetap pihak lain dalam jangka waktu panjang.

f) franchise, hak istimewa yang diperoleh perusahaan/perseorangan dari pihak lain untuk mengomersialkan produk produk, teknik atau formula tertentu.

5) Aset Lain-lain (Other Assets)
Aset yang tidak dapat digolongkan ke dalam empat jenis aset diatas, misalnya biaya pendirian dan biaya emisi saham serta aktiva tetap yang tidak dipakai.

b. Kewajiban

Kewajiban membayar kepada pihak lain yang disebabkan oleh transaksi sebelumnya. Kewajiban dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok sebagai berikut.

1) Kewajiban Lancar  (Current Liabilities)
kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu kurang dari satu periode akuntansi.

a) Utang Usaha (Account Payable)
Utang usaha adalah kewajiban yang harus dilunasi karena pembelian barang/jasa kredit.

b) Utang Wesel (Notes Payable)
Utang wesel adalah janji tertulis untuk membayar kepada pihak lain dalam jumlah tertentu dan pada tanggal yang telah ditetapkan.

c) Utang Beban (Accrued Expense)
Utang beban adalah kewajiban membayar karena perusahaan sudah menerima manfaatnya, seperti utang bunga (interest payable), utang gaji (salaries payable), utang sewa (rent payable).

d) Pendapatan diterima di muka (Deferred Revenue)
Pendapatan diterima di muka adalah pendapatan yang belum merupakan hak, tetapi sudah diterima pembayarannya. Contoh: sewa diterima di muka, bunga diterima di muka.

2) Kewajiban Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
Kewajiban yang dilunasi dalam waktu lebih dari satu periode akuntansi.

a) Utang Hipotek (Mortgage Payable)
Utang hipotek adalah pinjaman jangka panjang dengan jaminan aset tetap.

b) Utang Obligasi (Bonds Payable)
Utang obligasi adalah pinjaman jangka panjang yang timbul karena perusahaan menjual/mengeluarkan surat-surat obligasi.

c. Ekuitas/Modal
Hak pemilik atas aset perusahaan yang merupakan kekayaan bersih.

Perlu kalian ketahui:

Jika perusahaannya berbentuk perseorangan maka nama ekuitasnya adalah Modal (nama pemilik)/(Owner) Capital.
Jika perusahaannya berbentuk PT maka nama ekuitasnya Modal saham/Common stock.

2. Akun Nominal

Akun nominal adalah akun yang mencatat perubahan unsur laba-rugi, kemudian mempengaruhi ekuitas.

a. Pendapatan
Penambahan jumlah aset sebagai hasil operasi perusahaan secara bruto.

1) Pendapatan Operasional
Pendapatan yang diperoleh dalam rangka kegiatan utama.

2) Pendapatan Non Operasional
Pendapatan yang diperoleh di luar usaha pokok yang sifatnya tidak tetap. Contoh: pendapatan bunga (interest revenue), pendapatan komisi.

b. Beban
Pengorbanan yang terjadi dalam rangka memperoleh pendapatan

1) Beban Operasional
Beban yang terjadi dalam rangka memperoleh pendapatan operasi.

a) Beban perlengkapan (supplies expense)
b) Beban gaji (salaries expense)
c) Beban sewa (rent expense)
d) Beban iklan (advertising expense)
e) Beban asuransi (insurance expense)

2) Beban Non Operasional
Beban yang terjadi bukan karena kegiatan utama perusahaan.

a) Beban bunga (interest expense)
b) Kerugian piutang tak tertagih (bad debt expense)

Contoh Persamaan Dasar Akuntansi


Pada tanggal 1 Januari 2018, Tn. Erlangga membuka tempat usaha dan diberi nama "Barbershop Erlangga" dengan menginvestasikan uang pribadinya ke kas perusahaan sebesar Rp. 25.000.000 dan peralatan Rp. 5.000.000. Berikut transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2018.

02  Januari  Dibayar sewa tempat usaha selama 1 bulan sebesar Rp. 3.000.000

05  Januari  Dibeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp. 700.000

07  Januari  Dibayar beban iklan sebesar Rp. 400.000

10  Januari  Diambil Rp. 500.000 dari kas perusahaan untuk keperluan pribadi

15  Januari  Dibeli peralatan secara kredit sebesar Rp. 7.500.000

19  Januari  Diterima pendapatan atas jasa yang telah diselesaikan sebesar Rp. 1.200.000 baru diterima Rp. 200.000. Sisanya dibayar kemudian

22  Januari  Dibayar angsuran utang atas pembelian peralatan pada tanggal 15 Januari sebesar Rp. 2.500.000

25  Januari  Diterima pelunasan atas pelanggan kredit (transaksi tgl 19 Januari)

30  Januari  Dibeli tambahan perlengkapan sebesar Rp. 300.000

31  Januari  Perlengkapan yang tersisa Rp. 600.000

Dari data diatas, dapat disusun Persamaan Dasar Akuntansi seperti di bawah ini.

Contoh Persamaan Dasar Akuntansi

Okee.. sekian dari saya. Semoga bermanfaat  nantikan artikel selanjutnya...... Jika ada saran atau kritik bisa coret - coret di kolom komentar :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar