Inilah 3 Metode Penyusutan Aktiva Tetap yang Sering dipakai oleh Perusahaan

Yosshhhh.... kali ini saya akan membahas tentang beberapa metode penyusutan yang sering dipakai oleh perusahaan untuk penyusutan aktiva tetapnya.

Sebelum kita masuk ke metode penyusutannya, kita harus tahu dulu apa itu aktiva tetap.

(Baca juga: Jurnal Penutup)


3 Metode Penyusutan Aktiva Tetap
Memahami Metode Penyusutan

Aktiva Tetap


Aktiva tetap adalah aktiva yang dimiliki oleh perusahaan yang sifatnya permanen atau jangka panjang yang digunakan oleh perusahaan untuk membantu kegiatan operasionalnya yang harganya relatif mahal dan akan disusutkan setiap akhir periode akuntansi dan tidak dimaksudkan untuk dijual.

Di atas inilah yang dimaksud dengan aktiva tetap yang semua karakteristik aktiva tetap masuk disana.

Okeee.... langsung saja kita masuk 3 metode penyusutan yang sering dipakai oleh perusahaan.

Tapi sebelum itu, kita harus tahu dulu, apa itu penyusutan?? mengapa aktiva tetap perlu disusutkan??

Penyusutan

Apa yang dimaksud dengan penyusutan?

Penyusutan adalah pengalokasian harga pokok aktiva tetap selama masa penggunaannya atau biaya yang dibebankan terhadap produksi akibat penggunaan aktiva tetap itu dalam proses produksi.

Penyusutan disebabkan oleh faktor - faktor fisik atau fungsional;

1. Penyusutan fisik, terjadi karena penggunaan dan disebabkan oleh cuaca.
2. Penyusutan fungsional, terjadi saat aktiva tetap tidak lagi dapat menyediakan jasa pada tingkat yang diharapkan. Sebagai contoh peralatan menjadi kuno seiring perkembangan zaman.

Apa saja faktor - faktor yang memengaruhi penyusutan?

1. Harga Perolehan, adalah seluruh biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan aktiva tetap tersebut.

2. Umur Ekonomis, adalah estimasi umur aktiva berapa lama aktiva tersebut dapat beroperasi.

3. Nilai Residu, adalah estimasi nilai sisa aktiva setelah digunakan selama umur ekonomis.

(Baca juga: Jurnal Penyesuaian)

Metode Penyusutan

1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

Dengan metode garis lurus, beban penyusutan tiap tahun penggunaan aktiva tetap jumlahnya sama. Dengan demikian jumlah penyusutan tiap tahun dihitung sebagai berikut.

Penyusutan: (Harga Perolehan - Nilai Residu)/Umur Ekonomis

Contoh:

Pada tanggal 7 Agustus 2018 dibeli sebuah mesin dengan harga perolehan Rp. 25.000.000. Usia kegunaan mesin tersebut ditaksir 5 tahun dan nilai residu Rp. 5.000.000.

Penyusutan tiap tahun penggunaan mesin diatas, dihitung sebagai berikut.

Penyusutan: (Rp. 25.000.000 - Rp. 5.000.000)/5  =  Rp. 4.000.000/tahun

Dikarenakan perusahaan membeli mesin tersebut bulan Agustus, maka beban penyusutan tahunn 2018 adalah sebesar:

5/12  x  Rp. 4.000.000 = Rp. 1.666.667. Jumlah inilah yang dicatat pada tanggal 31 Desember 2018 dengan jurnal penyesuaian sebagai berikut.

Dec  31  Beban Penyusutan Mesin                           Rp. 1.666.667
                        Akumulasi Penyusutan Mesin                                   Rp. 1.666.667

Agar lebih mudahnya, perhatikan tabel berikut.
Metode Penyusutan Garis Lurus
Tabel Penyusutan Garis Lurus
Dari tabel diatas bisa kita analisa:

a. Dari tahun 2019 s/d 2022 (4 tahun) diperoleh beban penyusutannya sama yakni Rp. 4.000.000. Dikarenakan tahun  yang bersangkutan dimulai dari Januari.

b. Tahun 2023 adalah untuk menghabiskan sisa umur ekonomis yang tersisa yaitu 7 bulan lagi.

c. Nilai buku tahun terakhir harus sama seperti yang diketahui di soal.

(Baca juga: Klasifikasi Akun)

2. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of The Years Digits Method)


Dengan metode ini, penyusutan untuk setiap tahun jumlahnya menurun. Penyusutan setiap tahun penggunaan aktiva tetap, dihitung sebagai berikut.

Penyusutan: Sisa usia aktiva tetap/Jumlah angka tahun usia aktiva tetap x Jumlah yang harus disusutkan.

Contoh:

Pada tanggal 8 Agustus 2018 dibeli sebuah mesin dengan harga perolehan Rp. 30.000.000. Taksiran umur ekonomis adalah 3 tahun dan taksiran nilai residu Rp. 6.000.000.

Penyusutan tiap tahun penggunaan mesin dari data diatas, dihitung sebagai berikut.

Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun
Tabel Jumlah Angka Tahun

Dari tabel diatas, dapat kita analisa:

a. Pada kolom penyesuaian didapat dari Sisa Usia/Jumlah Angka Tahun x (Harga Perolehan - Nilai Residu)

Pada periode 2018, mesin dioperasikan selama 5 bulan, yaitu sejak Agustus sampai Desember 2018. Dengan demikian beban penyusutan pada tahun 2018 adalah sebagai berikut.

5/12 x Rp. 12.000.000 =  Rp. 5.000.000

Beban penyusutan periode 2019 terdiri atas 7 Bulan dari penyusutan tahun pertama penggunaan mesin dan 5 bulan dari penyusutan kedua.

Penyusutan tahun ke-1 sebesar Rp. 12.000.000 dalam perhitungan di muka adalah untuk masa sejak 8 Agustus 2018 sampai 7 Juli 2019. Sedangkan beban penyusutan untuk setiap periode akuntansi dicatat setiap tanggal 31 Desember.

Oleh karena itu, penyusutan tahun kedua, untuk 5 bulan menjadi beban tahun 2019 dan untuk 7 bulan menjadi beban tahun 2020.

Dengan demikian, beban penyusutan tahun 2019 dihitung sebagai berikut.

Dari tahun ke-1:  7/12  x  Rp. 12.000.000  =  Rp. 7.000.000

Dari tahun ke-2:  5/12  x  Rp.   8.000.000  =  Rp. 3.333.333

Totalnya adalah                                               Rp.10.333.333

Demikian pula beban penyusutan tahun 2020 dihitung seperti diatas, yaitu 7 bulan dari penyusutan tahun ke-2 dan 5 bulan untuk penyusutan tahun ke-3. Beban penyusutan untuk setiap periode setelah dihitung seperti di atas tampak seperti di bawah ini.

Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun
Tabel Penyusutan Jumlah Angka Tahun


3. Metode Saldo Menurun Ganda (Double Declining Balance Method)

Dengan metode ini, penyusutan setiap tahun penggunaan aktiva tetap, ditetapkan atas dasar persentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan.

Persentase penyusutan ditetapkan sebesar dua kali persentase penyusutan metode garis lurus.

Contoh:

Sebuah mesin dibeli pada tanggal 9 Agustus 2018 dengan harga perolehan Rp. 15.000.000. Taksiran umur ekonomis selama 4 tahun.

Penyusutan dihitung sebagai berikut.

Usia penggunaan mesin selama 4 tahun. Jika disusutkan dengan metode garis lurus, maka persentase nya adalah 100% : 4 = 25%.

Dengan demikian besarnya persentase menurut saldo menurun ganda adalah 2  x  25%  =  50%.

Beban penyusutan tiap periode akuntansi selama penggunaannya, dihitung seperti tampak dibawah ini.

Metode Penyusutan Saldo Menurun Ganda
Tabel Penyusutan Saldo Menurun Ganda

Sekian dari saya.

Jika ada saran/kritik boleh disampaikan di kolom komentar...:D

Belum ada Komentar untuk "Inilah 3 Metode Penyusutan Aktiva Tetap yang Sering dipakai oleh Perusahaan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel