Mengapa Ayat Jurnal Penutup harus Dibuat dalam Siklus Akuntansi di Akhir Periode?

Yosshhh..... dalam artikel ini saya akan membahas salah satu siklus akuntansi yang penting sekali dan dia dibuat di akhir periode setelah jurnal penyesuaian.

Apakah itu?

Yapp... itu adalah jurnal penutup.

Apasih pengertian jurnal penutup? Mengapa harus dibuat jurnal penutup?

Semuanya akan saya bahas dibawah ini.... Cekidot :D

(Baca juga: Jurnal Penyesuaian)

Mengapa Jurnal Penutup Harus Dibuat?
Memahami jurnal penutup

Jurnal Penutup

Jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat akhir periode akuntansi yang mana memiliki unsur akun - akun nominal. Yang termasuk unsur - unsur dalam jurnal penutup adalah akun - akun nominal seperti pendapatan, beban dan lain - lain.

Mengapa perlu jurnal penutup?

Jurnal penutup dibuat agar dapat menutup akun pendapatan dan beban sehingga bersaldo nol.

Saldo tersebut nantinya dipindahkan ke akun Modal, sehingga kita dapat menentukan apakah dia laba atau rugi.

Perlu kalian ketahui:

Akun - akun nominal tidak boleh dibawa untuk periode selanjutnya. 

Karena, agar perusahaan dapat mengetahui yang mana pendapatan dan beban tahun ini dan yang mana pendapatan dan beban tahun kemudian.

Unsur - unsur jurnal penutup

1. Pendapatan

Dalam jurnal penutup, seluruh pendapatan yang diterima dalam periode yang bersangkutan harus ditutup sehingga bersaldo nol dengan cara mendebit seluruh akun Pendapatan dan menkredit akun Ikhtisar Laba Rugi.

2. Beban

Dalam jurnal penutup, seluruh beban yang dikeluarkan oleh perusahaan harus ditutup sehingga bersaldo nol dengan cara menkredit seluruh akun Beban dan mendebit akun Ikhtisar Laba Rugi.

3. Ikhtisar Laba Rugi

Akun ini hanya digunakan sebagai pemindah dari saldo pendapatan dan beban. 

Saldo normal akun ini berada di sisi Kredit.

4. Modal

Akun ini dalam jurnal penutup tergantung letaknya dimana.

Bisa di kredit sebagai penambah modal.

Bisa juga di debit sebagai pengurang modal.

Bagaimana kita bisa tahu apakah dia sebagai penambah modal atau sebagai pengurang modal?

Kita bisa tahu dengan dengan cara kita kurangi seluruh pendapatan dengan beban.

Jika pendapatan lebih besar dari beban, maka itu laba. Berarti menambah modal.

Jika beban lebih besar dari pendapatan, maka itu rugi. Berarti mengurangi modal.

5. Prive (opsional)

Akun ini juga harus kita nol kan saat jurnal penutup. Akun ini berfungsi sebagai pengurang modal.

Oleh karena itu kita bisa mencatatnya di jurnal penutup dengan cara mendebit akun Modal dan menkredit akun Prive.

Contoh Jurnal Penutup

Tutuplah akun - akun berikut ke Jurnal Penutup

-Beban gaji                                   Rp. 1.750.000
-Beban iklan                                 Rp.    200.000
-Beban perlengkapan                 Rp.    400.000 
-Beban sewa                                Rp.   800.000
-Beban penyusutan peralatan   Rp.   200.000
-Pendapatan jasa                        Rp. 4.150.000
-Pendapatan bunga                    Rp.    150.000
-Prive H. Ridwan                          Rp.   200.000

Dari data di atas, dapat kita susun jurnal penutup seperti dibawah ini

Sekian dari saya.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih..... :D

Belum ada Komentar untuk "Mengapa Ayat Jurnal Penutup harus Dibuat dalam Siklus Akuntansi di Akhir Periode?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel