Laporan Keuangan Neraca Perusahaan Dagang dan Jasa LENGKAP - Filotansi

Breaking

Filotansi

Blog yang berisi informasi tentang akuntansi

Sabtu, 23 Maret 2019

Laporan Keuangan Neraca Perusahaan Dagang dan Jasa LENGKAP

Laporan Keuangan Neraca Perusahaan Dagang dan Jasa


Seperti yang kita ketahui ada 5 laporan yang harus disusun oleh seorang akuntan menurut PSAK, yakni laporan laba rugi, laporan perubahan modal/laba ditahan, laporan neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

Laporan Keuangan Neraca Perusahaan Dagang dan Jasa
Laporan


Dalam artikel ini akan membahas secara total dan lengkap mengenai laporan neraca atau yang biasa disebut dengan Balance Sheet. Mulai dari pengertian, unsur - unsur sampai dengan bentuk - bentuk laporan neraca perusahaan dagang dan jasa. Pada laporan neraca, konsepnya sama dengan persamaan dasar akuntansi. Oke langsung saja kita bahas.

(Baca juga: Laporan Laba Rugi)

1. Pengertian Laporan Neraca

Laporan Neraca (Balance Sheet) adalah suatu laporan yang dibuat pada akhir periode yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan yang mana didalamnya terdapat akun - akun berupa harta, utang, dan modal.

Jika di laporan laba rugi terdapat akun pendapatan dan modal. Maka di laporan neraca terdapat akun harta, utang, dan modal.


2. Unsur - Unsur Laporan Neraca

Seperti yang telah saya uraikan di pengertian laporan neraca, bahwa ada 3 unsur di dalam laporan neraca, yakni:

1) Harta

Harta (Asset) merupakan aset perusahaan yang biasa digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan atau yang bisa diuangkan. Harta terbagi lagi menjadi dua, yaitu:

a. Harta lancar 

Harta lancar (Current Asset) adalah harta yang dapat diuangkan/dicairkan dalam waktu kurang dari 1 periode akuntansi. 

Contoh: Kas, Piutang Dagang, Surat Surat Berharga, dan lain - lain.

b. Harta Tetap

Harta tetap (Fixed Asset)adalah harta yang masanya lebih dari satu tahun/periode akuntansi yang mana digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan yang harganya relatif mahal dan akan disusutkan pada akhir periode akuntansi.

Contoh: Gedung, Kendaraan, Peralatan, dan lain - lain

Penting:  Akun dari penyusutan harta tetap merupakan akun kontra bagi harta tersebut. Sehingga nanti di laporan neraca, harta tetap akan dikurangkan dengan akumulasi penyusutannya.

2) Utang

Utang (Liability) adalah suatu kewajiban bagi perusahaan untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang memberi pinjaman. Utang juga terbagi menjadi dua, yaitu:

a. Utang Lancar/Utang Jangka Pendek

Utang lancar (Current Liabilities) adalah utang yang masa jatuh temponya atau masa pembayarannya kurang dari satu tahun. 

Contoh: Utang dagang, Utang wesel, dan lain - lain.

b. Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang pengertiannya merupakan kebalikan dari utang lancar. Jadi, Utang jangka panjang (Long Term Liability) adalah utang yang masa jatuh temponya atau masa pembayarannya lebih dari satu tahun.

Contoh: Utang bank, Utang obligasi, dan lain - lain.

3) Modal

Modal (Equity) adalah hak/kekayaan milik pribadi pemilik perusahaan.


3. Bentuk - Bentuk Laporan Neraca

1) Bentuk Skontro

Dalam bentuk ini, laporan neraca akan terbagi menjadi dua, yang sebelah kiri untuk kelompok harta dan yang sebelah kanan untuk kelompok utang dan modal.

2) Bentuk Staffel

Dalam bentuk ini, laporan neraca akan tersusun seperti laporan yang sesungguhnya, laporan neraca akan tersusun kebawah. Sehingga kelompok harta yang paling atas. Lalu kelompok utang dan kelompok modal.

4. Contoh Laporan Neraca

Dalam memasukkan akun - akun ke laporan neraca, akun - akun harus dibagi menjadi golongan tertentu. Seperti harta lancar dulu, baru harta tetap, begitu seterusnya.

1) Laporan Neraca bentuk Skontro


Laporan Keuangan Neraca Perusahaan Dagang dan Jasa
Laporan neraca berbentuk skontro

2) Laporan Neraca bentuk Staffel

Laporan Keuangan Neraca Perusahaan Dagang dan Jasa
Laporan neraca berbentuk staffel
(Baca juga: Jurnal Pembalik)

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat. Jika ada yang mau bertanya silahkan di kolom komentar. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar