Pengertian, Fungsi, Jenis, Tarif, dan Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia - Filotansi

Breaking

Filotansi

Blog yang berisi informasi tentang akuntansi

Sabtu, 23 Maret 2019

Pengertian, Fungsi, Jenis, Tarif, dan Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia

Pengertian, Fungsi, Jenis, Tarif, dan Sistem Pemungutan Pajak di Indonesia


Hampir di setiap negara di seluruh dunia menerapkan sistem pajak di negaranya. Tak terkecuali untuk Indonesia. Di Indonesia, pajak merupakan budaya turun - temurun dari Belanda. Karena Belanda menggunakan kebijakan pajak untuk mendanai setiap kegiatan mereka.

Begitu juga Indonesia, pajak digunakan untuk membiayai semua pengeluaran yang mana pajak dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Semua fasilitas yang kita lihat setiap harinya, seperti jembatan, jalan raya, jalan tol dan lain - lain itu merupakan dari pajak yang kita bayar.

Pengertian, Fungsi, Jenis, Tarif, dan Sistem Pemungutan Pajak
Pajak di Indonesia


Ngomong - ngomong, apakah kalian tahu arti dari pajak itu apa?, fungsi pajak itu apa - apa saja?, jenis pajak, tarif pajak, dan sistem pemungutan pajak di Indonesia?. Langsung saja kita bahas.. Cekidot :).

(Baca juga: Laporan Laba Rugi Perusahaan)

1. Pengertian Pajak 

Disini saya mengambil pengertian pajak dari undang - undang dan pajak menurut para ahli.

1) Menurut UU Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan


Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang - undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar - besarnya kemakmuran rakyat.

2) Menurut S. I. Djajadiningrat


Pajak sebagai suatu kewajiban menyerahkan sebagian dari kekayaan ke kas negara yang disebabkan suatu keadaaan, kejadian, dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu, tetapi bukan sebagai hukuman, menurut peraturan yang ditetapkan pemerintah serta dapat dipaksakan, tetapi tidak ada jasa timbal balik dari negara secara langsung untuk memelihara kesejahteraan secara umum.

3) Menurut Dr. N. J. Feldmann


Pajak merupakan prestasi yang dipaksakan sepihak oleh dan terutang kepada penguasa (menurut norma - norma yang ditetapkannya secara umum), tanpa adanya kontraprestasi, dan semata - mata digunakan untuk menutup pengeluaran - pengeluaran umum.

2. Fungsi Pajak

Fungsi pajak pada dasarnya dibagi menjadi empat, yaitu:

1) Fungsi Anggaran (Budgeter)


Pajak mempunyai fungsi budgetair, yang artinya pajak merupakan salah satu sumber penerimaan pemerintah untuk membiayai pengeluaran, baik rutin maupun pembangunan. Upaya tersebut diterapkan, seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan sebagainya.

2) Fungsi Pengatur (Regularend) 


Pajak memiliki fungsi regularend, yang artinya pajak ialah alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi serta mencapai tujuan - tujuan tertentu di luar bidang keuangan.

3) Fungsi Pemerataan (Distribution)


Pajak mempunyai fungsi distribution, yang memiliki arti bahwa pajak digunakan sebagai alat untuk memeratakan atau mendistribusikan pendapatan negara.

4) Fungsi Stabilisasi 


Pajak memiliki fungsi stabilisasi, yang merupakan pajak digunakan sebagai alat untuk menstabilkan perekonomian suatu bangsa dan negara.

Pengertian, Fungsi, Jenis, Tarif, dan Sistem Pemungutan Pajak
Pajak

(Baca juga: Laporan Perubahan Modal)

3. Jenis Pajak

Jenis pajak pada umumnya terbagi menjadi 3 yaitu:

1) Jenis Pajak berdasarkan Sifatnya


a. Pajak tidak langsung

Pajak yang dikenakan apabila melakukan peristiwa atau kegiatan tertentu. Contohnya seperti ketika kita membeli Barang Kena Pajak (BKP), maka kita akan dikenakan pajak.

b. Pajak langsung

Pajak yang dikenakan kepada Wajib Pajak secara berkala yang dilandaskan Surat Ketetapan Pajak. Contohnya seperti Pajak Penghasilan (PPh).

2) Jenis Pajak berdasarkan Instansi Pemungut


a. Pajak daerah

Pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah. Contohnya seperti pajak kendaraan.

b. Pajak negara

Pajak yang dipungut langsung oleh negara atau pemerintah pusat.

3) Jenis Pajak berdasarkan Objek Pajak dan Subjek Pajak 


a. Pajak Objektif

Pajak yang pengambilannya berdasarkan kepada objeknya. Contohnya seperti Pajak Penghasilan yang mana besar pajaknya tergantung berapa besar penghasilannya.

b. Pajak Subjektif

Pajak yang pengenaannya didasarkan pada subjek pajak atau memerhatikan kondisi dari Wajib Pajak.

4. Tarif Pemungutan Pajak

Tarif pajak biasanya terbagi menjadi 4, yaitu:

1) Tarif Tetap

Tarif pajak yang jumlah nominalnya tetap sama meskipun pengenaan pajaknya (pendapatan) berubah - ubah.

2) Tarif Proporsional

Tarif yang menggunakan persentase tetap tanpa memerhatikan jumlah pengenaan pajaknya. Contohnya seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang mana tarifnya tetap 10%.

3) Tarif Progresif

Tarif yang pemungutannya menggunakan persentasenya semakin besar apabila jumlah pengenaan pajak juga semakin bertambah.

4) Tarif Degresif

Tarif yang persentasenya semakin kecil apabila pengenaan pajaknya semakin besar.

5. Sistem Pemungutan Pajak

Pada umumnya, sistem pemungutan pajak di Indonesia terbagi menjadi tiga, yakni:

1) Official Assesment System

Sistem pemungutan pajak yang besar pajak yang harus dibayar oleh Wajib Pajak ditentukan oleh fiskus (pemerintah).

2) Self Assesment System

Sistem pemungutan pajak yang besar pajak yang harus dibayar atau pembayaran pajak dilakukan oleh Wajib Pajak sendiri.

3) Withholding System

Sistem pemungutan pajak yang menyatakan bahwa jumlah yang harus dibayar ditentukan oleh pihak ketiga (pemotong pajak, biasanya ditunjuk oleh DJP/Mentri Keuangan)

(Baca juga: Laporan Neraca Perusahaan)

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar