Laporan Laba/Rugi Perusahaan Dagang dan Jasa dalam Siklus Akuntansi

Laporan Laba/Rugi Perusahaan Dagang dan Jasa dalam Siklus Akuntansi


Dalam siklus akuntansi, ada beberapa tahap yang harus dilalui sebelum masuk ke penyusunan laporan. Mulai dari analisis transaksi, mencatat ke jurnal, posting ke buku besar, buat neraca saldo jurnal penyesuaian, barulah kita sampai kepada penyusunan laporan keuangan.

Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Jasa
Laporan Keuangan


Mengapa penyusunan laporan keuangan sangat penting?

Karena, penyusunan laporan keuangan inilah yang merupakan tujuan dan fungsi adanya akuntansi ini. Bahkan penyusunan laporan keuangan ini terdapat pada pengertian akuntansi menurut AAA (American Accounting Association).

Accounting is the procces of identifying, measuring and communicating economic information to permit information judgement and decision by users of the information.

Akuntansi adalah proses mengidentifikasi/mengenali, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.

Pengertian Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan yang dibuat diakhir periode akuntansi yang terkandung didalamnya unsur - unsur pendapatan dan beban yang diterima atau dikeluarkan pada periode itu dan berguna untuk pihak - pihak pemakai informasi akuntansi untuk mengambil keputusan.

Unsur - Unsur Laporan Laba Rugi

1. Pendapatan

Pendapatan adalah segala hal yang diterima oleh perusahaan yang dapat diukur dengan satuan mata uang. Pendapatan dibagi menjadi 2 yaitu:

1) Pendapatan Operasional 

Pendapatan Operasional adalah pendapatan yang diterima oleh perusahaan yang sesuai dengan kegiatan operasionalnya.

Contoh: Jika usaha nya salon, maka pendapatan operasionalnya adalah Pendapatan Jasa Salon.

2) Pendapatan Non-Operasional

Pendapatan Non-Operasional adalah pendapatan yang diterima oleh perusahaan yang tidak sesuai dengan kegiatan operasionalnya.

Contoh: Pendapatan bunga dan lain - lain.

2. Beban 

Beban adalah segala hal yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan pendapatan. Beban juga terbagi menjadi 2 yaitu:

1) Beban Operasional

Beban Operasional adalah beban yang dikeluarkan perusahaan untuk menunjang kegiatan operasionalnya.

Contoh: Beban iklan untuk memasarkan produk atau hasil usahanya, Beban gaji untuk membayar gaji karyawannya.

2) Beban Non-Operasional

Beban Non-Operasional adalah beban yang dikeluarkan  perusahaan bukan untuk menunjang kegiatann operasionalnya.

Contoh: Beban penyusutan gedung, beban bunga dan lain - lain.

(Baca juga: Pengelompokan Akun)

Bentuk - Bentuk Laporan Laba Rugi

1. Single Step

Dalam bentuk/form ini, pendapatan operasional dan non operasional digabung lalu dikurang dengan beban operasional dan non operasional yang sudah digabung. Lalu setelah dikurangi akan langsung mendapat laba bersih.

2. Multipel Step 

Dalam bentuk/form ini, pendapatan operasional dengan non operasional dipisah begitu juga beban. Lalu pendapatan operasional dikurangi dengan beban operasional akan mendapatkan laba operasional. Pendapatan non operasional dikurangi dengan beban non operasional akan mendapatkan laba non operasional. Kemudian, laba operasional dengan laba non operasional dikurang maka akan dapat laba bersih. Ribet ya :v

(Baca juga: Pengalaman Olimpiade Akuntansi)

Contoh Laporan Laba Rugi

1. Laporan Laba Rugi Single Step



Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Jasa
Laporan laba rugi single step

2. Laporan Laba Rugi Multiple Step

Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Jasa
Laporan laba rugi multiple step
Sekian dari saya mengenai Laporan Laba Rugi. Semoga bermanfaat.  :)

Belum ada Komentar untuk "Laporan Laba/Rugi Perusahaan Dagang dan Jasa dalam Siklus Akuntansi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel